Sabtu, 23 Februari 2013

Jenis-Jenis Majas Pertentangan

Majas Pertentangan
a)  Hiperbola
Hiperbola adalah sejenis majas yang mengandung pernyataan yang berlebih-lebihan – jumlahnya, ukurannya, atau sifatnya – dengan meksud memberi penekanan pada suatu pernyataaan atau situasi untuk memperhebat, meningkatkan kesan dan pengaruhnya. Majasa ini dapat melibatkan kata-kata, frase, atau kalimat (Tarigan, 1983: 143).

Kata hiperbola berasal dari bahasa Yunani yang berarti pemborosan; berlebih-lebihan; dan diturunkan dari hyper ‘melebihi’ + ballein ‘ melemparkan’. Hiperbola merupakan suatu cara yang berlebih-lebihan mencapai efek, suatu majas yang di dalamnya berisi kebenaran yang direntang-panjangkan. (Dale (et al), 1971: 233).
Dengan kata lain “hiperbola ialah ungkapan yang melebih-lebihkan apa yang sebenarnya dimaksudkan : jumlahnya, ukurannya, atau sifatnya.” (Moeliono, 1984: 3).

b)  Litotes
Litotes adalah majas yang di dalam pengungkapan menyatakan sesuatu yang positif dengan bentuk yang negatif atau bentuk yang bertentangan. Litotes mengurangi atau melemahkan kekuatan pernyataan yang sebenarnya (Moeliono, 1984: 3).

Litotes, kebalikan dari hiperbola, adalah sejenis majas yang mengandung pernyataan yang dikecil-kecilkan, dikurangi dari kenyataan yang sebenarnya, misanya untuk merendahkan diri. (Tarigan, 1983: 144).
Litotes berasal dari kata Yunani litos yang berarti ‘sederhana’. Litotes, lawan dari hiperbola, merupakan sejenis majas yang membuat penyataan mengenai sesuatu dengan cara menyangkal atau mengingkari kebalikannya (Dale (et al) 1971: 237).

c)   Ironi
Ironi adalah majas yang menyatakan makna yang bertentangan, dengan maksud berolok-olok.
Maksud itu dapat dicapai dengan mengemukakan:
  1. Makna yang berlawanan dengan makna yang sebenarnya,
  2. Ketaksesuaian antara suasana yang diketengahkan dan kenyataan yang mendasarinya,
  3. Ketaksesuaian antara harapan dan kenyataan (Moeliono, 1984:3).

Ironi adalah sejenis majas yang mengimplikasikan sesuatu yang nyata berbeda, bahkan ada kalanya bertentangan dengan yang sebenarnya dikatakan itu. Ironi ringan merupakan suatu bentuk humor, tetapi ironi keras biasanya merupakan suatu bentuk sarkasme atau satire walaupun pembatasan yang tegas antara hal-hal itu sangat sukar dibuat dan jarang sekali memuaskan orang (Tarigan, 1983: 144).

d)   Paronomasia
Paronomasia adalah majas yang berisi penjajaran kata-kata yang berbunyi sama tetapi bermakna lain; kata-kata yang sama bunyinya tetapi berbeda maknanaya (Ducrot & Todorov, 1981: 278).

e)  Paralipsis

Paralipsis adalah majas yang merupakan suatu formula yang dipergunakan sebagai sarana untuk menerangkan bahwa seseorang tidak menyatakan apa yang tersirat dalam kalimat itu sendiri (Ducrot & Todorov, 1981: 278).

f)   Zeugma
Zeugma adalah majas yang merupakan koordinasi atau gabungan gramatis dua kata yang mengandung ciri-ciri semantik yang bertentangan, seperti abstrak dan kongkrit (Ducrot & Todorov, 1981: 279).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar